JAKARTA - Proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 21 Januari 2026, menunjukkan sedikit penguatan.
Beberapa analis mengantisipasi IHSG akan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,01 persen, mencapai level 9,134.
Meskipun demikian, akan ada potensi tekanan jual yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar. Analis dari MNC Sekuritas memperingatkan adanya kemungkinan koreksi lanjutan dengan level support pada kisaran 9,088-9,106.
Sebagai investor, penting untuk memahami pergerakan IHSG hari ini agar dapat mengatur strategi investasi yang tepat. Selain itu, mengetahui saham-saham yang sedang direkomendasikan oleh analis akan membantu Anda dalam memilih investasi yang tepat.
Beberapa saham yang disarankan oleh tim analis antara lain ACES, ARCI, INCO, dan INKP. Keempat saham ini diperkirakan memiliki potensi keuntungan dalam perdagangan hari ini, meskipun terdapat beberapa peringatan mengenai level support dan resistance yang perlu diperhatikan.
Pergerakan IHSG dan Proyeksi Hari Ini
IHSG diprediksi akan bergerak di kisaran 9,134, dengan potensi koreksi ke area 9,088 hingga 9,106. Namun, apabila pasar mampu mengatasi tekanan jual, IHSG berpeluang untuk bergerak menuju area resistance di level 9,192 hingga 9,229.
Sebagai investor, Anda perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya koreksi yang dapat membawa indeks menuju level support di angka 9,008 atau bahkan lebih rendah di kisaran 8,956.
Dalam analisis teknikal, pergerakan IHSG hari ini tampaknya berada dalam fase yang cukup dinamis, sehingga sangat penting untuk mengikuti tren pasar dengan cermat.
Pada level support dan resistance yang telah disebutkan, penguatan atau koreksi akan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun sentimen pasar domestik.
Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Hari Ini
Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh analis dari MNC Sekuritas, berikut adalah empat saham yang direkomendasikan untuk Anda pertimbangkan dalam perdagangan hari ini:
1. Saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
Saham ACES diperkirakan akan menguat sekitar 0,48 persen ke level 418. Posisi saham ini masih didominasi oleh volume pembelian yang tinggi. Oleh karena itu, jika harga tetap bertahan di atas level 408, maka saham ini diperkirakan akan melanjutkan penguatan.
Rekomendasi yang diberikan adalah speculative buy pada kisaran harga 410–416, dengan target harga pada level 426 dan 432. Sebagai langkah proteksi, stoploss di bawah level 408 direkomendasikan.
ACES dikenal sebagai salah satu pemain besar dalam sektor ritel, terutama yang berkaitan dengan barang-barang peralatan rumah tangga. Dengan dominasi pasar dan penjualan yang terus berkembang, saham ini berpotensi memberikan keuntungan jangka pendek bagi para investor.
2. Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Saham ARCI berpeluang untuk menguat 6,04 persen hingga mencapai level 2.020. Saham ini juga didorong oleh volume pembelian yang cukup signifikan. Menurut analis, saham ARCI saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3, yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lebih lanjut.
Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness pada area harga 1.970–2.000, dengan target harga pada level 2.090 dan 2.150. Sebagai proteksi, stoploss di bawah level 1.920 juga disarankan.
ARCI merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan emas, yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan kinerja cukup positif. Pergerakan harga emas yang cenderung menguat dapat memberikan peluang bagi saham ARCI untuk terus naik.
3. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
INCO mengalami koreksi sebesar 2,73 persen ke level 6.225. Dengan munculnya tekanan jual, posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
Meskipun demikian, analis merekomendasikan untuk buy on weakness di area harga 5.750–6.200, dengan target harga di level 6.950 dan 7.325. Sebagai langkah proteksi, stoploss di bawah level 5.500 disarankan.
Vale Indonesia (INCO) adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan nikel, yang sangat bergantung pada pergerakan harga logam global. Meskipun mengalami koreksi, saham ini tetap menarik untuk investor yang ingin memanfaatkan potensi penguatan harga nikel di masa depan.
4. Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Saham INKP menunjukkan penguatan sebesar 1% ke level 10.100, yang didorong oleh volume pembelian yang cukup besar. Saat ini, posisi saham INKP diperkirakan berada pada awal wave (v) dari wave [i] dari wave C.
Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness pada area harga 9.875–10.100, dengan target harga di level 10.650 dan 11.175. Sebagai proteksi, stoploss di bawah level 9.725 juga dianjurkan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor industri kertas dan pulp, INKP sering kali terpengaruh oleh permintaan global untuk produk kertas dan kemasan. Penguatan harga komoditas kertas dapat menjadi faktor pendorong bagi kenaikan harga saham INKP.
Tips Menghadapi Pasar yang Berfluktuasi
Sebagai investor, penting untuk selalu mengikuti perkembangan IHSG dan saham rekomendasi dengan seksama. Meskipun pasar dapat mengalami fluktuasi, memahami pola pergerakan saham yang tepat dan strategi yang diterapkan oleh analis dapat memberikan Anda keuntungan dalam jangka pendek.
Selain itu, selalu pastikan untuk menjaga manajemen risiko dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.
IHSG diproyeksikan menguat tipis pada hari ini, 21 Januari 2026, meskipun ada potensi koreksi yang perlu diwaspadai oleh para investor.
Saham-saham yang direkomendasikan, seperti ACES, ARCI, INCO, dan INKP, memiliki potensi penguatan berdasarkan analisis teknikal yang dilakukan oleh tim analis MNC Sekuritas.
Bagi investor, penting untuk terus memantau perkembangan pasar dan memperhatikan level-level support dan resistance yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar.