Kemenag Siapkan Dana KIP Kuliah Rp1,6 Triliun Untuk Mahasiswa PTKN

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:25:11 WIB
Kemenag Siapkan Dana KIP Kuliah Rp1,6 Triliun Untuk Mahasiswa PTKN

JAKARTA - Memperluas akses pendidikan tinggi, termasuk untuk mahasiswa asing dan warga sekitar kampus, menjadi fokus utama Kementerian Agama pada tahun 2026. 

Kemenag mengalokasikan anggaran Rp1,6 triliun untuk Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Tidak hanya sekadar bantuan biaya kuliah, program ini diharapkan memperkuat peran PTKN sebagai pusat pendidikan Islam yang dapat bersaing di tingkat global.

KIP Kuliah untuk Mahasiswa Lokal dan Asing

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menekankan pentingnya alokasi beasiswa bagi mahasiswa asing. Hal ini dianggap strategis agar PTKN dapat menjadi tujuan pendidikan Islam dunia yang menarik.

“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena di sana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” ujar Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, beasiswa bagi mahasiswa asing dapat meningkatkan reputasi perguruan tinggi Indonesia dan membuka peluang kerja sama internasional. Dengan langkah ini, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi pendidikan Islam dunia yang diminati pelajar dari berbagai negara.

Saat ini, ada tiga universitas yang menjadi rujukan pendidikan Islam global, yaitu: Universitas Al Azhar, Universitas Madinah, dan Universitas Internasional Iran. Kemenag berharap PTKN dapat menjadi pusat pendidikan alternatif yang berkualitas dan terjangkau.

Peran PTKN dalam Masyarakat Sekitar

Selain fokus pada mahasiswa, Kemenag juga mendorong PTKN untuk memperhatikan lingkungan sekitar kampus. Kamaruddin menjelaskan, perguruan tinggi harus hadir untuk membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, melalui program beasiswa dan kegiatan sosial lainnya.

“Mungkin di sekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa,” katanya.

Hal ini menegaskan bahwa peran PTKN tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial. Perguruan tinggi diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat di sekitarnya, terutama dalam menghadapi kebutuhan sosial-ekonomi yang semakin kompleks.

Arahan Presiden untuk Pendidikan Tinggi Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri tahun 2026. Arahan tersebut menyoroti beberapa hal utama:

Perluasan Akses Beasiswa – agar pendidikan tinggi lebih merata dan inklusif.

Penguatan Sains dan Teknologi – mendukung inovasi dan daya saing nasional.

Pemenuhan Tenaga Kesehatan – memastikan ketersediaan profesional kesehatan bagi masyarakat.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa para rektor dan guru besar mengapresiasi kesempatan dialog langsung dengan Presiden. Forum semacam ini memberi kesempatan bagi pimpinan PTKN untuk menyampaikan usulan dan tantangan yang dihadapi.

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Prasetyo.

Manfaat KIP-K bagi Mahasiswa

Program KIP-K dirancang untuk memberi manfaat langsung bagi mahasiswa PTKN, termasuk:

Mengurangi beban biaya kuliah dan hidup mahasiswa.

Memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Menarik mahasiswa asing sehingga meningkatkan keragaman dan reputasi kampus.

Memperkuat kolaborasi internasional dalam pendidikan Islam.

Dengan alokasi Rp1,6 triliun, Kemenag berharap program ini dapat menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial di PTKN.

Peluang Indonesia Menjadi Destinasi Pendidikan Islam Dunia

Dengan dukungan beasiswa mahasiswa asing, PTKN memiliki potensi menjadi alternatif pendidikan Islam global. Kamaruddin menekankan bahwa kualitas pendidikan dan fasilitas di kampus harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan universitas Islam ternama di dunia.

Program ini juga diharapkan memperkuat hubungan antarnegara melalui pendidikan, meningkatkan pertukaran budaya, dan memperkuat diplomasi pendidikan. Indonesia, melalui PTKN, bisa menjadi pilihan utama pelajar internasional yang mencari pendidikan Islam berkualitas dengan biaya terjangkau.

Kolaborasi dan Sinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat

Keberhasilan program KIP-K tidak hanya bergantung pada Kemenag. Diperlukan kerja sama dengan PTKN, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar kampus. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa manfaat program KIP-K dan MBG (Makan Bergizi Gratis) dapat dirasakan secara merata dan tepat sasaran.

Perguruan tinggi juga diharapkan melakukan inovasi program beasiswa, pendampingan mahasiswa, dan keterlibatan sosial sehingga PTKN tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan masyarakat.

Terkini